Rabu, 07 Desember 2011

Pentingnya Perilaku Keorganisasian dalam membentuk SDM

SDM ( Sumber daya Manusia ) adalah aset yang penting bagi sebuah perusahaan / organisasi. Tanpa SDM , organisasi / perusahaan mana mungkin bisa berjalan . Suatu organisasi pasti mempunyai tujuan ,tujuan tersebut pasti akan diwujudkan. Semua anggota organisasi itu akan berusaha memenuhi tujuan tersebut. Pertanyaanya adalah bisakah kita meraih tujuan tersebut?dari pertanyaan itu muncul pertanyaan lagi bagaimanakan kita meraih tujuan tersebut ?dengan apa? 1 jawaban yang pasti adalah dengan SDM yang ada,tanpa SDM suatu organisasi/perusahaan akan mati ..ya pasti tidak berjalan,wong yang menjalankan organisasi tersebut adalah para SDM yang tergabung dalam organisasi tersebut
Organisasi akan menjadi lebih bagus bila mempunyai SDM yang mumpuni pula. Coba kita lihat perusahaan yang maju,contohnya Microsoft. Coba kita berpikir seperti apa sih SDM yang ada di sana?apakah biasa-biasa saja atau bagaimana? Mana mungkin SDM yang tergabung didalamnya adalah kelas teri,pasti mereka dari kalangan berpendidikan dan Beretika baik. Bagaiamana canggihnya mereka bisa memproduksi software-software hebat sampai mempengaruhi behaviour manusia.
Kalau tadi dari perusahaan,sekarang kita lihat contoh organisasi yang sukses,kita lihat UNESCO. Lembaga yang dibentuk PBB ini tidak serta merta jadi dan memilih ketua dengan asal saja,mereka berdiri melalui beberapa tahapan. Dan SDM yang masuk disana harus melalui sertifikasi dan  pemilihan secara ketat. Selain organisasi / perusahaan diatas masih banyak lagi yang patut kita pelajari dari organisasi/perusajaan yang lain.

Dari eranya sekarang SDM adalat asset yang sangat berharga bagi setiap perusahaan / organisasi. Nah, sekarang bagaimana bila didalam suatu perusahaan / organisasi tidak mempunyai SDM yang mumpuni? Apakah kita membuangnya? Jawabannya TIDAK. SDM yang sudah ada bisa kita latih,memang tidak mudah untuk membimbing sekian banyak SDM untuk menjadi lebih berkembanga tetapi dengan manajemen yang baik mudah-mudahan SDM akan ikut berkembang sesuai program yang telah ditetapkan.
SDM yang baik adalah sdm yang mempunyai kualifikasi akademik yang baik serta mempunyai Perilaku Organisasi yang baik. Percuma bila kita menjadi SDM yang handal dari segi kemampuan teknis maupun konsep tetapi nyatanya dalam hal berperilaku kita sangat buruk sekali. Perlikau keroganisasian juga menentukan tingkat keberhasilan suatu organisasi,dengan adanya perilaku yang baik dari para karyawan maka untuk mencapai tujuan organisasi bisa dipastikan dapat berjalan sesuai rencana. Jadi perilaku itu jangan kita anggap remeh ,perilaku menentukan penilaian diri kita di mata orang lain,perilaku memberikan kontribusi yang sangat besar bagi organisasi.
Ketika kita bekerja kita ,yang namanya manusia pasti memiliki tingkat kebosanan.Dalam kita bekerja pasti akan menemui hal seperti itu,bukan tidak mungkin bisa terjadi berkali-kali sewaktu kita bekerja.sebenarnya apa yang bisa menyebabkan hal tersebut?jawabannya adalah MOTIVASI. Bila kita mempunyai motivasi yang lebih atau ekspektasi terhadap pekerjaan kita,yakinlah sumpah kita tidak akan menemui kejadian seperti itu. Kita tidak akan bosan walau pekerjaan yang kita habiskan sehari-hari itu-itu saja. Hal-hal yang seperti itu yang akan kita hadapi dalam membangun SDM yang baik. Hal tersebut terjadi bisa karena kita tidak ada motivasi atau karena perilaku kita yang memang tidak sesuai dengan keinginan institusi dimana tempat kita bernaung. Sebenarnya hal tersebut boleh-boleh saja tetapi lama kelamaan pasti dampaknya akan terasa.
SDM yang baik perlu mempunyai Motivasi yang baik,bila kita ingin maju pasti kita harus mempunyai motivasi yang lebih. mempuynai mimpi,anggan-anggan terhadap perusahaan kita. Kebutuhan itu adalah kebutuhan achievment,kebutuhan untuk berprestasi . motivasi ini memang sebenarnya tidak terlalu berdampak signifikan terhadap kinerja perusahaan karena itu tergantung dari tingkat kepuasaan owner/direktur itu sendiri,bila selama ini itu dirasa cukup tidak masalah tetapi bila itu dirasa kurang itu akan menjadi masalah yang cukup serius. Tetapi saya rasa disini semua perusahaan pasti ingin mengalami kemajuan daripada sebelumnya
Untuk meraih kesuksessannya,organisasi memerlukan orang-orang bertipe pembelajar.Orang –orang yang haus akan kebutuhan berprestasi,secara tidak langsung orang-orang seperti ini akan menguntungkan perusahaann karena paradigma yang diambil orang-orang seperti ini memang berbeda dengan orang-orang bertipe lain.Orang seperti ini tidak terlalu memikirkan uang untuk bekerja. Bayangkan saja bila semua orang pintar dimintai tolong selalu menanyakan budget berapa yang akan saya terima? WANI PIRO??? Wah, benar-benar menggerikan bukan?! Bisa membuat kepala kita pecah bila semua pegawai
Disini saya mempunyai sedikit teori motivasi yang dicetuskan oleh pakarnya, Menurut McClelland karakteristik orang yang berprestasi tinggi (high achievers) memiliki tiga ciri umum yaitu :
1.Need For achievment.
Ada beberapa orang yang memiliki dorongan yang kuat untuk berhasil. Mereka lebih mengejar prestasi pribadi daripada imbalan terhadap keberhasilan. Mereka bergairah untuk melakukan sesuatu lebih baik dan lebih efisien jika dibandingkan dengan hasil sebelumnya.
Ciri-ciri :
Ø Berusaha melakukan sesuatu dengan cara-cara baru dan kreatif.
Ø Mencari feedback tentang perbuatannya.
Ø Memilih resiko yang sedang di dalam perbuatannya.
Ø Mengambil tanggung jawab pribadi atas perbuatannya.
2. Need for affiliation.
Kebutuhan akan kehangatan dan sokongan dalam kehidupannya atau hubungannya dengan orang lain. Kebutuhan ini akan mengarahkan tingkah laku individu untuk melekukan hubungan yang akrab dengan orang lain. Orang-orang dengan need affiliation yang tinggi ialah orang yang berusaha mendapatkan persahabatan.
Ciri-ciri :
Ø Lebih memperhatikan segi hubungan pribadi yang ada dalam pekerjaannya daripada segi tugas-tugas yang ada dalam pekerjaan tersebut.
Ø Melakukan pekerjaannya lebih efektif apbila bekerjasama dengan orang lain dalam suasana yang lebih kooperatif.
Ø Mencari persetujuan atau kesepakatan dari orang lain.
Ø Lebih suka dengan orang lain daripada sendirian.
Ø Selalu berusaha menghindari konflik.
3. Need for power.
Adanya keinginan yang kuat untuk mengendalikan orang lain, intuk mempengaruhi orang lain dan untuk memiliki dampak terhadap orang lain.
Ciri-ciri :
Ø Menyukai pekerjaan dimana mereka menjadi pimpinan.
Ø Sangat aktif dalam menentukan arah kegiatan dari sebuah organisasi dimanapun dia berada.
Ø Mengumpulkan barang-barang atau menjadi anggota suatu perkumpulan yang dapat mencerminkan prestise.
Ø Sangat peka terhadap struktur pengaruh antar pribadi dari kelompok atau organiasi.
Nah sekarang mari kita lihat apa yang dimaksud dengan prestasi,
Kebutuhan berprestasi adalah salah satu motif dari motif sosial.
Prestasi adalah perilaku yang berorientasi tugas yang mengijinkan prestasi individu di evaluasi menurut kriteria dari dalam maupun  dari luar, melibatkan individu berkompetensi dengan orang lain.
Orang sukses memiliki dua motif dalam hidupnya, yaitu:
1. Berprestasi
2. Motivasi berkompetensi yang kuat.
Teori Motivasi Berprestasi mengemukakan bahwa, manusia pada hakikatnya mempunyai kemampuan untuk berprestasi diatas kemampuan orang lain. Teori ini memiliki sebuah pandangan (asumsi) bahwa kebutuhan untuk breprestasi itu adalah suatu yang berbeda dan dapat dan dapat dibedakan dari kebutuhan-kebutuhan yang lainnya.
Menurut Mc Clelland, seseorang dianggam memiliki motivasi untuk berprestasi jika ia mempunyai keinginan untuk melakukan suatu karya berprestasi lebih baik dari prestasi karya orang lain. Ada tiga jenis kebutuhan manusia menurut Mc Clelland, yaitu kebutuhan untuk berprestasi, kebutuhan untuk kekuasaan, dan kebutuhan untuk berafiliasi.
Teori mengenai motivasi atau kebutuhan manusia selama ini mungkin yang lebih Anda kenal adalah teori dari Abraham Maslow dengan hierarki kebutuhannya. Tapi, sebenarnya ada banyak para ahli dengan pendapat mereka masing-masing tentang teori motivasi, termasuk David Mc Clelland.
Diatas tadi adalah cuplikan-cuplikan pendapat seseorang mengenai apa itu kebutuhan berprestasi,sekarang ada pertanyaan seperti ini: “ Mengapa kita harus berprestasi? “ bingung bukan harus jawab apa? Saya yakin setiap orang akan berbeda-beda menjawabnya hal ini didasari dengan tingkat psikologisnya mereka masing-masing.
SDM yang baik dapat ditingkatkan melalui serangkaian pelatihan,kursus,dll tetapi bila SDM yang di ikutkan tidak mempunyai kebutuhan untuk berprestasi apa gunya semua training-training yang diberikan perusahaan itu?! Semua pasti tidak ada gunanya dengan tidak adanya motivasi achievment dalam diri masing-masing SDM.
Kita lihat saja secara nyata di berbagai organisasi,coba dalam hal penuntasan pekerjaan?bagaimana tingkat kualitas antara orang yang ingin berprestasi dengan orang  biasa-biasa saja?pasti berbeda!?!orang yang ingin berprestasi ingin selalu memberikan yang terbaik,selalu melakukan yang terbaik dalam melaksanakan tugasnya.hal tersebut karena dirasa untuk belajar atau menambah pengalaman atau mengaplikasikan teori yang sudah didapatnya sehingga orang-orang seperti ini menggangap uang bukan nomer satu,tetapi prestasi adalah yang terpenting.
Jadi kesimpulannya organisasi itu membutuhkan orang-orang yang kuat untuk meraih tujuannya,SDM merupakan kunci sukses sebuah organisasi.SDM yang kurang kompeten bisa di tingkatkan melalui trainig,workshop,dll tetapi semua itu akan menjadi hal yang sia-sia bilamana dari dalam diri SDM tidak ada rasa atau motivasi untuk berkembang,motivasi untuk belajar,motivasi untuk berprestasi. Dengan dasar pendapat-pendapat para ahli tersebut ,saya yakin semua itu tidak akan tercapai bila tidak ada motivasi dari dalam diri kita untuk maju. Maka penting sekali untuk memahami pentingnya perilaku organisasi terhadap SDM karena organiasi adalah suatu kesatuan bukan individu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar